Akuntabilitas sektor publik

Jawaban soal ujian akhir semester (Akuntabilitas sektor publik)

  1. Dalam akuntabilitas publik dikenal akuntabilitas internal dan eksternal

Akuntabilitas internal adalah akuntabilitas ke tingkat yang lebih tinggi dari manajemen, di mana pegawai atau pimpinan dievaluasi secara teratur apakah mereka telah melaksanakan tugas-tugas yang ditetapkan dalam uraian pekerjaan (job description) mereka dan diberikan kenaikan gaji dan / atau promosi tergantung pada hasil penilaian kinerja.

Akuntabilitas eksternal dalam konteks pemerintahan adalah akuntabilitas kepada DPR, Badan Pemeriksa Keuangan, dan lembaga negara lain untuk kinerja mereka sendiri dan, dalam kasus pejabat senior, untuk kinerja organisasi yang mereka kelola.

Menurut jenisnya, akuntabilitas dapat dibedakan atas akuntabilitas internal dan akuntabilitas eksternal seorang menjalankan tugas dan fungsinya dalam organisasi pemerintahan. Pertanggungjawaban seeorang kepada Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaannya mengenai sesuatu yang dilaksanakannya dipahami sebagai akuntabilitas internal atau akuntabilitas spiritual seseorang. Sedangkan pertanggungjawaban seseorang kepada lingkungannya baik pada lingkungan formal organisasi (atasan-bawahan) maupun lingkungan masyarakat.

  1. Contoh relasi antara pengawas dengan subyek yang diperiksa dalam sistem akuntabilitas eksternal dan internal

Sesuai prinsip dalam pengawasan yaitu segala yang ditugaskan meminta pertanggungjawaban dari setiap orang yang diserahi tanggung jawab dalam pelaksanaan tugasnya. pengawasan dilakukan dengan memperhatikan pengaturan kerjasama yang baik antar komponen. Setiap bagian memiliki tugas pokok fungsi masing-masing, akan tetapi untuk menjaga sinergitas sistem, tiap bagian harus dapat mewujudkan kegiatan terpadu dan selaras dengan tujuan organisasi melalui koordinasi yang baik.

Contoh relasinya, pihak lain yang terkait untuk menilai perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. Dalam hal ini akuntan publik berfungsi sebagai pihak ketiga yang menghubungkan manajemen perusahaan dengan pihak luar perusahaan yang berkepentingan, untuk memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan manajemen dapat dipercaya sebagai dasar dalam membuat keputusan. 

Tanpa menggunakan jasa auditor independen, manajemen perusahaan tidak akan dapat meyakinkan pihak luar bahwa laporan keuangan yang disajikan manajemen perusahaan berisi informasi yang dapat dipercaya. Karena dari sudut pandang pihak luar, manajemen mempunyai kepentingan baik kepentingan keuangan maupun kepentingan lainnya. Secara umum auditing merupakan suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi.

Pihak luar perusahaan/pemerintah mendasarkan keputusannya kepada hasil audit auditor/pengawas. Sedangkan auditor/pengawas menarik sebuah kesimpulan berdasarkan pekerjaan audit/pengawasan yang telah dilakukannya. Ini berarti berkualitas atau tidaknya hasil pekerjaan auditor/pengawas akan mempengaruhi kesimpulan akhir auditor dan secara tidak langsung juga akan mempengaruhi tepat atau tidaknya keputusan yang akan diambil oleh pihak luar perusahaan/pemerintah. Kualitas dari hasil pekerjaan auditor dapat dipengaruhi oleh rasa kebertanggungjawaban (akuntabilitas) yang dimiliki auditor/pengawas dalam menyelesaikan pekerjaan audit. Akuntabilitas merupakan dorongan psikologi sosial yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan kewajibannya yang akan dipertanggungjawabkan kepada lingkungannya.

  1. Kelembagaan yang berwenang dalam menilai akuntabilitas eksternal dan internal pemerintah daerah
  • Kelembagaan yang berwenang dalam menilai akuntabilitas internal pemerintah daerah yaitu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), DPRD, badan pengawas keuangan (BPK), Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan kementerian dalam negeri.
  • Kelembagaan yang berwenang dalam menilai akuntabilitas eksternal pemerintah daerah yaitu, partai politik, ombudsman, LSM dan ORMAS.

  1. Sistem akuntabilitas pemerintah melalui mekanisme formal oleh UU di indonesia

Inpres No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Inpres ini menginstruksikan setiap akhir tahun seluruh instansi pemerintah (dari eselon II ke atas) wajib menerbitkan Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK). Dengan LAK seluruh instansi pemerintah dapat menyampaikan pertanggungjawabannya dalam bentuk yang kongkrit ke arah pencapaian visi dan misi organisasi.

Perkembangan penyelenggaraan negara di Indonesia memperlihatkan upaya sungguh-sungguh untuk menghasilkan suatu pemerintahan yang berorientasi pada pemenuhan amanah dari seluruh masyarakat. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN menguraikan mengenai azas akuntabilitas dalam penyelenggaraan negara dan pengelolaan pemerintahan. Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang responsif, bebas KKN serta berkinerja, kondisi akuntabilitas merupakan sufficient condition atau kondisi yang harus ada.

UU No 28 Tahun 1999. Menurut undang-undang ini, yang dimaksud dengan penyelenggara negara yang bersih adalah penyelenggara negara yang mentaati asas-asas umum penyelenggaraan negara[iii]. Pasal 3 undang-undang ini menetapkan beberapa asas umum penyelenggaraan negara itu diantaranya adalah asas kepentingan umum, asas keterbukaan, dan asas akuntabilitas.

UU No 28/1999 Bab VI, keterlibatan dalam penyelenggaraan negara merupakan hak dan sekaligus tanggungjawab masyarakat demi terwujudnya penyelenggara negara yang bersih. Berdasarkan mandat undang-undang tersebut masyarakat harus dilibatkan dalam penentuan program/kegiataan serta alokasi dana untuk pembiayaan program/kegiatan maupun proyek.

  1. Tingkatan akuntabilitas yang perlu diperhatikan dalam manajemen kinerja

-Tingkatan akuntabilitas menurut kajian Akuntansi:

    Akuntabilitas Personal, Akuntabilitas berkaitan dengan diri sendiri.

    Akuntabilitas Individu, Akuntabilitas yang berkaitan dengan suatu pelaksanaan.

    Akuntabilitas Tim, Akuntabilitas yang dibagi dalam kerja kelompok atau tim.

    Akuntabilitas Organisasi.,Akuntabilitas Internal dan Eksternal didalam organisasi.

Akuntabilitas Stakeholders, Akuntabilitas yang terpisah antara stakeholders dan   organisasi.

menurut Mahmudi (2010:28) yang mengutip dari Hopwood dan Tomkins, 1984;Elwood, 1993

  1. Akuntabilitas hukum dan kejujuran (accuntability for probity and legality) 

Akuntabilitas hukum terkait dengan dilakukannya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam organisasi, sedangkan akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, korupsi dan kolusi. Akuntabilitas hukum menjamin ditegakkannya supremasi hukum, sedangkan akuntabilitas kejujuran menjamin adanya praktik organisasi yang sehat.

  1. Akuntabilitas manajerial 

Akuntabilitas manajerial yang dapat juga diartikan sebagai akuntabilitas kinerja (performance accountability) adalah pertanggungjawaban untuk melakukan pengelolaan organisasi secara efektif dan efisien.

  1. Akuntabilitas program 

Akuntabilitas program juga berarti bahwa programprogram organisasi hendaknya merupakan program yang bermutu dan mendukung strategi dalam pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi. Lembaga publik harus mempertanggungjawabkan program yang telah dibuat sampai pada pelaksanaan program.

  1. Akuntabilitas kebijakan 

Lembaga-lembaga publik hendaknya dapat mempertanggungjawabkan kebijakan yang telah ditetapkan dengan mempertimbangkan dampak dimasa depan. Dalam membuat kebijakan harus dipertimbangkan apa tujuan kebijakan tersebut, mengapa kebijakan itu dilakukan.

  1. Akuntabilitas financial 

Akuntabilitas ini merupakan pertanggungjawaban lembagalembaga publik untuk menggunakan dana publik (public money) secara ekonomis, efisien dan efektif, tidak ada pemborosan dan kebocoran dana, serta korupsi. Akuntabilitas financial ini sangat penting karena menjadi sorotan utama masyarakat. Akuntabilitas ini mengharuskan lembaga-lembaga publikuntuk membuat laporan keuangan untuk menggambarkan kinerja financial organisasi kepada pihak luar.

  1. Apa yang menjadi fokus dalam akuntabilitas proses

Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang telah digunakan  dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi

akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Akuntabilitas proses termanifestasikan melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah biaya. Artinya :

  1. Adanya kepatuhan terhadap prosedur
  2. Adanya pelayanan publik yang responsif
  3. Adanya pelayanan publik yang cermat
  4. Adanya pelayanan publik yang biaya murah

            dalam konteks pemerintah, pemerintah harus mengetahui prosedur dan menganalisis dampaknya ke masyarakat, apakah dalam pengambilan keputusan itu cermat dan ekonomis dan memihak kepentingan umum.

  1. Indikator input,output, outcome dan dampak menjadi keharusan dalam akuntabilitas program, karena
    1. indikator input adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. Indikator masukan ini antara lain berupa sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi, teknologi dan peraturan.
    2. indikator output adalah yang diharapkan langsung dapat dicapai dari hasil kegiatan dan program yang dapat berupa fisik maupun non fisik berdasarkan masukan yang digunakan.
    3. indikator outcome/hasil adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka waktu menengah, outcome merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
    4. dampak, artinya apakah dari proses input, output dan outcome dari suatu program itu mempunya dampak yang baik bagi kepentingan umum.

sehingga sangat penting memperhatikan indikaror input,output,outcome dan juga dampak dalam mencapai suatu akuntabilitas dari suatu program karena dalam prosesnya sendiri bersifat terikat.

Tawakkal Baharuddin,

yogyakarta, 23 desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s