kasus pembunuhan Eno

Jika manusia masih tetap jahat dengan adanya agama, bagaimana lagi jika tiada agama ?

-Benjamin Franklin-

ronsen-637x427

      Eno Fariah (18) tidak bisa memberikan hatinya untuk tiga pria ini. Namun apa daya, cinta bertepuk sebelah tangan itu mengakibatkan karyawati pabrik plastik PT PGM ini diperkosa dan dibunuh secara brutal oleh pria-pria kejam itu. RAL (15), siswa SMP Kelas 2 di Tangerang, Rahmat Arifin alias Arif (23), buruh pabrik PT PGM dan Imam Harpiadi (23).

“Secara yuridis, Kejahatan diartikan sebagai suatu perbuatan melanggar hukum atau yang dilarang oleh undang-undang. Disini diperlukan suatu kepastian hukum, karena dengan ini orang akan tahu apa perbuatan jahat dan apa yang tidak jahat”

      Ketiganya mengendap diam-diam masuk ke kamar Eno. Eno dibekap dengan bantal dan diperkosa oleh tersangka Arif. Bagai kesetanan, para pelaku lalu membabi buta membunuh Eno. “Ini pembunuhan sangat biadab, pembunuhan sadis,” begitu kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.

“Menurut Parson penjahat ialah orang yang mengancam kehidupan dan kebaikan orang lain dan membebankannya pada masyarkat disekelilingnya”

     Dari hasil pemeriksaan luar dinyatakan bahwa korban mengalami luka terbuka di bagian pipi kanan, luka lecet pada pipi kiri dan kanan, memar pada bagian bibir atas dan bawah, luka lecet pada bagian leher, luka terbuka dan pendarahan pada organ intim yang diakibatkan kekerasan dengan benda tumpul (cangkul), luka lecet pada bagian dada kiri dan kanan serta kedua puting susu yang dikelilingi memar melingkar akibat bekas gigitan, luka diakibatkan 90% gagang cangkul masuk ke dalam alat vital, leher patah akibat dihantam dengan cangkul.

 “kejahatan dapat terjadi karena kurangnya kontrol terutama social control dari masyarakat” Reiss (Ramli Atmasasmita,1992:32)

      Eno ditemukan tewas dalam keadaan babak belur dan tanpa busana di dalam kamar karyawan PT Polyta Global Mandiri, di Jalan Raya Perancis Pergudangan 8 Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang pada Jumat (13/5/2016).

    Dari kasus ini, sekali lagi kita belajar tentang bagaimana pentingnya kita sebagai individu dan juga sebagai masyarakat agar selalu mampu untuk melihat keadaan sekitar kita.

Air mata memang tak mengembalikan kematian, namun mengihklaskan kasih sayang, adalah pekerjaan sulit yang Tuhan pernah ajarkan, dan berdoa merupakan satu-satunya jalan untuk mendekatkan kita dengan-Nya.. agar kita diberikan kemudahan atas semua musibah yang kita alami..bloger secara pribadi…. turut berduka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s