Peran Mahasiswa

IMG_3010

Foto: Beberapa mahasiswa telihat sedang aktif dengan masyarakat dalam kegiatan KKP (Kuliah kerja profesi)

   

          Mahasiswa selalui mengalami perubahan, baik pada nilai dan strukturnya, baik secara revolusioner maupun evolusioner. Perubahan-perubahan tersebut dipengaruhi oleh gerakan-gerakan sosial dari individu dan kelompok sosial yang menjadi bagian dari mahasiswa, salah satu bentuk gerakan sosial adalah konflik yang terjadi di dalam lingkup mahasiswa itu sendiri.

     Konflik yang terjadi di dunia mahasiswa merupakan akibat dari pergesekan kepentingan kelompok demi sebuah identitas yang layak. Mulai dari identitas berbasis jurusan,fakultas dan UKM. Bahkan tidak jarang kita dapatkan berita serupa tetapi yang menjadi akar dari beberapa masalah itu dikarenakan pergesekan antar suku/etnis.

          Pemeran dari tiap lakon kepentingan kelompok seakan bersabda dan mengajak orang disekitarnya sadar akan superior etnis yang mereka banggakan.

          Saya pernah membaca sebuah artikel yang mungkin sebagian dari kita menyadari itu, dalam artikel itu menyatakan dan menjelaskan 4 peran Mahasiswa yaitu pertama, Peran moral, Mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar. Kedua, Peran sosial, Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial atau dengan kata lain solidaritas sosial.

        Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat kelompok, namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Ketiga, peran akademik, Sesibuk apapun mahasiswa turun kejalan, turun ke rakyat dengan aksi sosialnya, sebanyak apapun agenda aktivitasnya jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa bahwa ia adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya karena kuliah merupakan sesuatu yang sangat sakral. Keempat, peran politik, Peran politik adalah peran yang paling berbahaya karena disini mahasiswa berfungsi sebagai presseur group ( group penekan ) bagi pemerintah yang zalim. Oleh karena itu pemerintah yang zalim merancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak mengambil peran yang satu ini.

          Pada masa orde baru di mana daya kritis rakyat itu di pasung, siapa yang berbeda pemikiran dengan pemerintah langsung di cap sebagai akar dan kejahatan terhadap negara. Pemerintahan Orba tidak segan-segan membumi hanguskan setiap orang-orang yang kritis dan berseberangan dengan kebijakan pemerintah. Dalam dunia kampus pada tahun 1984 lewat menteri pendidikan Daud Yusuf pemerintah mengeluarkan kebijakan NKK/BKK (Normalisasis kehidupan kampus), yang melarang keras mahasiswa beraktifitas politik.

          Dari 4 peran diatas jika kita mulai menghubung-hubungkan Hobbi baru dari beberapa kelompok mahasiswa yang fanatik akan kelompok organisasi atau kelompok etnisnya, Maka kita akan temukan bias keselarasan akan nilai dan peran mahasiswa.

          Mencintai kelompok atau etnis kita bukan berarti meniadakan rasa santun terhadap sesama, rasanya kebanggan dan pengakuan itu lebih baik datangnya dari dalam maupun dari luar  kelompok secara bersamaan tanpa kekhawatiran dan intimidasi.

          Dalam tulisan ini semoga bermanfaat untuk teman-teman mahasiswa dalam mengarungi tahun ajaran baru.

Salam Mahasiswa!!!

Makassar, 04 september, 2014

Tawakkal Baharuddin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s