Pilihlah Dunhill Blue

Ketika umurnya beranjak 24 tahun, Ia tidaklah seperti laki-laki lainnya yang menghabiskan banyak waktu diluar. Menyendiri sendiri dikamar, tak tau apapun tentang sekitarnya. Ia pernah bercerita tentang bagaimana damainya saat sendiri. Dalam sendiri hanya ada diri sendiri, Ia bisa bercerita banyak tentang hal-hal diluar sana. Imajinasi membimbing penuh harap. Imajinasi begitu bebas menyentuh apa saja.

Untuk urusan perempuan ia hanya mampu sekedar kenal. Berbincang apa adanya. Dia pernah bertemu dengan perempuan tanpa sengaja. Bertanya tentang siapa dan dimana, lalu cukup. Beberapa momen penting ia menyempatkan memberi salam sekedarnya. Beberapa bulan kemudian ia mendapatkan pesan tentang banyak tanya. gadis itu menanyakan banyak hal. Tetapi ia tetaplah laki-laki yang tak pandai memberi jawaban. Berbicara banyak hal, lalu mereka begitu dekat dan sangat dekat.

Sampai suatu ketika, mereka berbicara selayaknya seorang kasmaran. Bicara tentang apa yang terjadi kemarin dan hal-hal yang akan datang. Semuanya mengalir tanpa sebab-sebab biasa. Ia sebagai lelaki biasa, akhirnya jatuh cinta. Ia tak butuh lama untuk sebuah perkenalan. Ia mebaranikan diri tuk menjelaskan apa yang dirasakan. Perlahan memberi tanya tentang perasaan dan fikiran yang begitu indah. “ saya hanya ingin kita bisa lebih dari sekedar teman, terserah itu pacaran atau apalah”. Ia menunggu sekitar sejam lebih untuk mendapatkan jawaban dari gadis itu. Tiba-tiba gadis itu membalas “iya”. Benar bahwa itu terjawab, “saya ingin lebih dari sekedar teman”, gadis itu menjawab “iya”. Sungguh imajinasi itu begitu nyata saat itu.

Setelah itu, ia tak lagi berlama-lama menyendiri. Dia mengunjungi pantai. Nikmat alam yang begitu terlihat luas. Ramai tapi menenangkan. Tidak hanya itu, dia mengunjungi wisata alam lainnya. Bebas katanya. Dia merasakan kebebasan apa yang tak seakurat bayang-bayang dalam sendiri.Begitu banyak rindu tentang setiap peristiwa, jarak begitu jauh, salah mengerti tentang sebab-sebab. Ia pun berpisah dengan gadis tersebut.

Kau tau….mana ada perempuan yang ingin menerima salah yang berulang-ulang? Mereka berpisah. Jarak membuat ia tak mampu banyak memberi keyakinan. Perempuan sesekali diam dan sekali menjawab. Ia tak begitu meyakinkan untuk sekedar meminta kesempatan dari gadis tersebut. Ia berfikir semua hal bisa diperbaiki kembali. Tapi tidak ada yang mudah untuk menjadi baik. Semua kesempatan harus memberi pelajaran yang begitu panjang.

Ia kembali kekamarnya, berdiam begitu lama. Gelisah dan menyesal. Kecewa karena tak pernah sadar tentang salahnya selama ini. Perasaan bersalah menjadi imajinasi yang baru baginya. Ia begitu sepi saat itu, setelah itu segalanya berubah. Sendiri ternyata tak sebebas apa yang ia pikir. Sepi membelenggu setiap ingatan-ingatan. Harapan untuk semuanya telah hilang. Ia bersalah dan kecewa dengan dirinya sendiri. Umur yang masih 24 tahun, Ia masih saja tak punya keahlian untuk bisa bebas.

 

 

 

DUNHILL BLUE

Jika ada hari yang sama

Biarlah ku tetap jadi yang kemarin

Kemarin begitu biasa-biasa

Kata-kata selalu terbalaskan

 

Hari ini kurasai begitu sulit

pengatahuanku tak cukup menolong

hari ini begitu lama

sisahkan sesal yang ku tanggung

 

esok adalah pengharapan

kita coba beberapa cara

mungkin hasilkan sesuatu

ku pikir itu akan baik

 

wangimu masih terjaga disini

tersimpan rapih dalam benak

tak mungkin hilang

tak mungkin terlupakan

 

kemarin masih kurasakan itu

hari ini coba sekali

tak pernah ragu merasakannya esok

seterusnya akan selalu begitu…membekas wangimu

 

berbahagialah

pilihlah jalan yang mudah

jangan terusik

tetaplah bahagia

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s